Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Format Berita Acara Sidang


Literatur Hukum
1. Bahasa dan Tata Tulis 
Ada beberapa hal penting seputar pemakaian bahasa dan tata tulis yang harus diperhatikan dalam proses penyusunan berita acara persidangan, antara lain:
  • Dalam tanya jawab menggunakan kalimat langsung. Contoh pertanyaan: “apakah saudara (saksi) mengenal Tergugat”. Jawaban “ya, saya kenal dengan Tergugat sejak menikah dengan Penggugat”.
  • Selain tanya jawab menggunakan kalimat tidak langsung, contoh: “atas pertanyaan ketua Tergugat menyatakan akan menjawab secara tertulis dan mohon diberikan waktu untuk itu”.
  • Menggunakan bahasa Indonesia yang baku, kalau menggunakan kata dari bahasa asing harus diterjemahkan, contoh Penggugat mengatakan “Tergugat sudah tidak care (peduli) lagi kepada saya. Jadi terjemahannya diletakkan di dalam tanda kurung.
  • Gunakan bahasa hukum dan hindari bahasa gaul atau kosakata yang mengandung banyak arti (ambigu).
  • Bila terjadi kesalahan dalam penulisan tidak boleh dihapus atau menggunakan correction fluid seperti tip ex atau sejenisnya, harus menggunakan metode renvoi SC = sah coret (untuk kata yang tidak dipakai) atau SCG = sah coret ganti (untuk kata yang diganti), kemudian kata penggantinya ditulis di atasnya, atau ST = sah tambah (apabila ada penambahan kata) dan kata yang ditambahkan ditulis di atasnya. Kata yang dicoret atau diganti diberi garis dua ( ======), bila kalimatnya panjang memakai Z cros, kemudian di pinggir sebelah kiri ditulis SC, ST atau SCG dan diparaf oleh PP dan Ketua Majelis.
  • Berita acara pertama sampai dengan berita acara terakhir diberi nomor halaman secara bersambung termasuk bukti surat juga diberi halaman.
  • Apabila, jawaban, replik dan duplik tertulis, maka jawaban, replik dan duplik tersebut menyatu dalam BAS, bagian pembukaan dan penutupan dari jawaban, replik dan duplik tersebut diberi Z Cros serta di sisi kirinya ditulis SC Z dan diparaf.
2. Format
  • Memakai kertas folio 70 gram.
  • Marjin kiri 4 cm, atas 3 cm, bawah 3 cm, dan kanan 2 cm.
  • Font memakai arial 12 dengan 1 ½ spasi.
  • Memakai format balok atau iris talas, tetapi dalam buku II edisi revisi dianjurkan apabila pertanyaan atau jawaban lebih dari lima baris, memakai format iris talas, karena akan menghemat kertas. 
  1. Contoh format balok:

                                    PERTANYAAN..........................     

                                                                                         JAWABAN.................................................

                                    PERTANYAAN..........................     

                                                                                         JAWABAN.................................................

                                    PERTANYAAN..........................

                                                                                         JAWABAN.................................................
                           
       2. Contoh format iris talas:

                                         PERTANYAAN............................ JAWABAN........................................

                                   PERTANYAAN............................. JAWABAN.............................................

                            PERTANYAAN................................ JAWABAN.................................................
                                
Catatan Penting: 
  • Pengetikan dalam sistem iris talas pertanyaan memakai align text left dan pengetikan jawaban memakai align text right pada komputer.

  • Penomoran halaman berita acara sidang harus dibuat secara bersambung dari sidang pertama sampai sidang terakhir dan diletakkan di sebelah kanan bawah.

Silakan komentar dan sarannya ya ^_*

Post a Comment for "Format Berita Acara Sidang"